7 Tip Penting Mereview Tulisan

7 Tip Penting Mereview TulisanĀ  – Tidak ada yang bisa mengubah salinan kuat menjadi lemah seberat 97 pon lebih cepat daripada proses peninjauan yang salah. Hasilnya adalah upaya pemasaran yang sangat terhambat dan, sayangnya, penjualan yang lebih sedikit.

Bagaimana Anda dapat menghindari situasi pemasaran yang mengerikan ini? Penasaran? Nah Sebelum Itu Sebaiknya Kunjungi Liputan Koran Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Dan Terpercaya.

7 Tip Penting Mereview Tulisan

Dengan memiliki proses peninjauan yang cerdas dan konsisten yang menjaga kekuatan penjualan komunikasi pemasaran Anda. Berikut adalah 7 tip penting untuk meninjau dan menyetujui salinan.

1. Tinjau salinan dari perspektif pelanggan.

Pada kesempatan pertama, baca salinan (semuanya) tanpa pena merah di tangan atau topi pengeditan. Begitulah cara pelanggan atau audiens Anda membacanya. Sekarang apa yang Anda pikirkan? Apakah konsep tersebut berhasil? Apakah judulnya menarik perhatian Anda? Bagaimana nadanya? Apakah salinannya mengalir? Jika Anda mulai dengan mengedit kalimat pertama atau mengeringkan detailnya, Anda akan merugikan klien atau pelanggan Anda.

2. Jangan terpaku pada tata bahasa dan penggunaan.

Jika menurut Anda copywriter melanggar aturan menulis, 9 dari 10 ada alasan yang sangat bagus. Copywriter adalah staf penjualan dalam bentuk cetak, jadi jika kita menggunakan bahasa Inggris, itu berlaku. Selain itu, ketahuilah bahwa copywriter (dan korektor) meninjau dan mengoreksi salinan sebelum Anda melihatnya. Misalnya, saya mempertimbangkan ejaan, tata bahasa, masalah gaya, penggunaan merek dagang, dan lainnya untuk memastikan kontrol kualitas setiap salinan yang saya tulis.

3. Hindari salinan oleh panitia.

Ada lelucon lama yang mengatakan jika Anda ingin membunuh sebuah ide atau proyek, buatlah sebuah komite. Salinan oleh panitia tidak berbeda. Komentar yang saling bertentangan dan salah arah membuat copywriter dan tim kreatif berada dalam posisi canggung untuk mencoba menyenangkan semua orang kecuali siapa yang paling penting – audiens yang dituju. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menyebarkan salinan informasi kepada orang-orang yang ingin melihat salinannya. Mereka dapat memberikan komentar tanpa menjadi bagian dari proses persetujuan formal.

4. Minimalkan putaran.

Berikan umpan balik lengkap pada putaran pertama, teruskan semua komentar, saran, dan perubahan Anda ke copywriter. Dengan cara itu copywriter dapat mempertimbangkan segalanya saat dia menulis ulang salinannya dan Anda dapat mempersingkat siklus review. Salinan biasanya lebih kuat jika dibuat dalam tiga putaran atau kurang.

5. Berikan komentar khusus.

Saat Anda memberikan komentar spesifik, peluang untuk berhasil menulis ulang meningkat secara dramatis. Misalnya, daripada mengatakan, “Ini tidak cukup kuat,” katakan, “Nadanya harus lebih berwibawa” atau “Ini adalah manfaat tambahan yang harus dicakup oleh salinan.” Seringkali memberikan komentar Anda secara tertulis akan membantu Anda menjadi lebih spesifik daripada jika Anda hanya memberikannya secara lisan.

6. Biarkan copywriter menulis ulang salinannya.

Alih-alih mencoba untuk “menulis” perubahan itu sendiri untuk dimasukkan, beri tahu copywriter kekhawatiran Anda dan biarkan dia mengatasinya. Salinan akan bermanfaat ketika copywriter melakukan penulisan ulang.

7. Nilailah salinan berdasarkan tujuan Anda.

Pada akhirnya, salinan tersebut ditulis dengan tujuan tertentu: untuk membangun merek Anda, menghasilkan arahan atau penjualan, menginformasikan tentang perusahaan, produk, atau layanan Anda, dan sebagainya. Pastikan salinannya secara teknis akurat dan benar secara faktual. Kemudian kritik salinan tersebut berdasarkan apa yang ingin Anda capai, bukan pada jumlah superlatif, kampanye iklan terbaru pesaing Anda, atau bagaimana perbandingannya dengan brosur Anda sebelumnya.