Penjelasan Singkat Mengenai Quick Count

Pada tanggal 17 April 2019 kemarin sudah dilaksanakan pemilu serentak di seluruh Indonesia. Pada saat pelaksanaan pemilu, muncul istilah quick count dalam penghitungan suara. Apakah Anda sudah mengetahui apa itu quick count? Untuk lebih jelasnya, simak uraian berita politik mengenai pengertian, sejarah dan aspek terpenting dalam quick count beserta perbedaannya dengan real count dan exit poll berikut.

berita politik

Pengertian Quick Count

Pengertian dari quick count yaitu perhitungan secara cepat hasil pemilu dengan memakai TPS sampel. Hasil perhitungan suara dengan quick count bisa diketahui 2 hingga 3 jam sesudah perhitungan suara di TPS ditutup. Perhitungan seperti ini bersifat cepat. Tidak semua TPS dihitung yang membuat hasilnya menjadi tidak akurat 100%.

Jadi, yang dipakai sebagai sampel data hanya beberapa TPS saja. Hanya sedikit jumlah data dari sistem quick count yang nantinya dikumpulkan sehingga membuatnya bisa diketahui dengan cepat. Pada pukul 14.00 biasanya data sudah mulai masuk siapa pemenang dari pemilu tersebut. Sistem quick count ini cocok dipakai pada media massa seperti misalnya radio dan televisi.

Untuk masalah biayanya yaitu berjumlah sekitar ratusan sampai miliaran rupiah. Porsi terbesar yaitu membayar anggota tim pengumpul data suara di TPS yang menjadi sampel karena memang ada tim pengumpul suara yang ada di TPS sampel.

Sejarah Quick Count

Pertama kali quick count dilaksanakan di Philipina oleh NAMFREL (National Citizen Movement for Free Elections) pada pemilu tahun 1986. Pada saat itu pemilu dilakukan untuk mengetahui hasil cepat diantara dua kandidat presiden. Antara lain yaitu Corazon Aquino dan Ferdinand Marcos. Sedangkan quick count yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia sudah diterapkan oleh LP3ES atau Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasil penghitungan cepat pemilu pada tahun 1997. 

Aspek Terpenting Quick Count

Penarikan sampel TPS merupakan aspek terpenting dalam quick count. Jika TPS yang diambil tidak representative, maka bisa dipastikan prediksi quick count akan gagal di dalam proses memprediksi perolehan suara yang sesungguhnya dalam pemilu. Unit analisis quick count yaitu TPS. Meskipun demikian, dasar perhitungan awal adalah pada jumlah pemilih.

Jadi, penentuan jumlah TPS terlebih dahulu diawali dari perhitungan sampel pemilih. Dari sampel pemilih tersebut baru bisa diprediksikan jumlah TPS yang akan diambil. Penentuan dari besar sample berhubungan dengan seberapa jauh Anda menginginkan ketelitian dari suatu sampel yang ada. Menentukan jumlah sample tergantung pada beberapa hal berikut:

  • Keragaman dari populasi.
  • Interval kepercayaan.
  • Batas kesalahan sampel yang diinginkan.
  • Jumlah populasi.

Perbedaannya dengan Real Count dan Exit Poll

Perbedaan dari quick count dengan real count dan exit poll yaitu:

  • Real Count

Target real count yaitu seluruh TPS dihitung. Jadi, data yang masuk memiliki presentase sebesar 100% dari seluruh TPS dan bukan sampel. Hasil dari real count sifatnya akurat karena diambil dari seluruh TPS meskipun tidak bisa selesai dalam waktu yang cepat.

  • Exit Poll

 

Sistem exit poll tidak mengambil data dari TPS, tetapi mengambil data dari pemilih yang sudah melaksanakan pemungutan suara. Pemilih yang sudah melakukan pemilihan dari bilik suara akan diwawancarai oleh penyelenggara dari exit poll. Biasanya penyelenggaraan exit poll akan dilakukan jauh sebelum TPS mulai melangsungkan perhitungan suara.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai quick count. Jadi, bagi Anda yang belum memahami apa itu quick count, semoga setelah membaca penjelasan tersebut Anda bisa memahaminya.