Istilah Umum yang Harus Anda Ketahui Saat Memasang Keramik

Istilah Umum yang Harus Anda Ketahui Saat Memasang Keramik

Pemasangan keramik merupakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Butuh pengalaman dan keahlian yang mumpuni dalam melakukannya. Jika tidak, maka pemasangan bisa saja gagal, atau keramik tidak merekat dengan baik.

lantai keramik

Sebagai orang awam, kita perlu mengetahui sejumlah istilah dalam pemasangan keramik. Namun istilah-istilah ini pasti sudah tidak asing bagi mereka yang sudah bergelut di bidang ini. Apa saja istilahnya? Simak ulasannya di bawah ini:

Start Point

Dalam pemasangan keramik, start poin berarti titik awal atau permulaan saat memasang keramik. Start poin ini harus ditentukan secara seksama karena untuk menentukan arah buangan potongan dari keramik yang akan di pasang. Di dalam start poin ini dibutuhkan pekerjaan benangan supaya pemasangan keramik mendapatkan siku dan rata. Selama proses pengerjaan keramik, pekerja harus tetap mengikuti start poin yang sudah direncanakan sebelumnya supaya hasil dari pekerjaan yang diinginkan dapat tercapai. Dengan begitu, hasil dari penyusunan keramiknya pun tidak mengecewakan.

Plint/Skirting Lantai

Plint/skirting lantai ini biasanya berukuran 7cm sampai 12cm. fungsi dari plint ini sebagai batas vertikal antara keramik dan dinding. Pemasangan ini biasanya dilakukan di ujung bawa dari dinding secara vertikal. Meski terkesan sepele, hal wajib dilakukan supaya tampak lebih rapi.

Nat Keramik

Nat keramik ini merupakan istilah untuk celah antar pasangan keramik. Tentu keramik tidak akan indah jika terlihat menyatu satu sama lain seperti tidak ada space. Nat keramik ini membuat susunan keramik tampak lebih rapi dan indah. Nat biasanya diisi dengan semen warna ataupun semen khusus agar dapat menahan rembesan air yang dapat merusak pasangan keramik.

Tali Air

Tali air adalah garis yang berbentuk cekungan dan memiliki ukuran lebar maksimal 1 cm. Panjangnya sendiri mengikuti pemasangan Plint. Tak hanya menambah kesan cantik, pemasangan tali ini pun memiliki fungsi utama untuk menahan ataupun sebagai jalur rembesan air supaya tidak langsung mengenai keramik.

Screeding

Screeding ini dilakukan dengan menggunakan bahan campuran semen dan juga pasir halus. Screed akan dibuat serata mungkin supaya memudahkan saat proses pemasangan keramik.

Waterproofing

Waterproofing ini dipakai di ruang yang punya kontak langsung dengan air, salah satu contohnya adalah kamar mandi. Tujuan dari waterproofing ini tentu saja untuk mencegah kebocoran dan rembesan air.

Nah itulah beberapa istilah dalam pemasang keramik yang harus Anda ketahui. Apakah Anda pernah melihat orang memasang keramik secara langsung? Jika pernah, bukankan terlihat sangat mudah? Ternyata tidak semudah itu. Banyak perencanaan yang harus dilakukan supaya keramik dapat sesuai dengan sebuah ruangan.

Perhitungan yang dilakukan pun tentu tidak sembarangan. Tidak heran jika pemasangan keramik membuat ruangan lebih indah dan nyaman. Terlebih, pemasangan keramik ini akan berbeda aturannya jika berbeda ruangan. Misalnya pemasangan keramik di kamar mandi dan di kamar tidur, tentu akan berbeda.

Selain itu, sebagai orang yang memiliki rumah, usahakan memilih warna keramik yang tepat. Meski keramik sudah dipasang sedemikian rapi namun dengan warna yang tidak sesuai, tentu membuat rumah tidak nyaman. Untuk itulah, Anda harus memilih warna keramik yang tepat. Warna keramik yang paling netral memang putih, namun semuanya terserah pada Anda.

Tidak lupa, warna keramik pun harus menyesuaikan warna cat, atau mungkin sebaliknya. Dengan begitu, ruangan Anda akan tampak lebih nyaman dan hangat.

Nah itulah sedikit penjelasan terkait dengan  keramik. Semoga bermanfaat.